WAGIR, 20 DESEMBER 2025 — Pementasan teater SMPN 1 Wagir kembali mengukir prestasi gemilang melalui sebuah pertunjukan yang sarat akan nilai estetika dan filosofis. Aula Graha Spanewa bertransformasi menjadi ruang kreatif yang hidup saat Monday Theater Company menggelar karya keduanya di hadapan lebih dari seratus penonton yang antusias. Setelah sebelumnya sukses memberikan impresi mendalam melalui lakon debut berjudul Ayahku Pulang, kini kelompok teater yang digawangi oleh talenta-talenta muda ini melangkah lebih jauh dengan membawakan naskah legendaris karya sastrawan besar W.S. Rendra, “Los Bagados De Los Pencos”. Kehadiran pementasan ini bukan sekadar agenda rutin sekolah, melainkan sebuah pernyataan berani tentang eksistensi seni peran yang semakin mengakar kuat di hati para siswa dan warga sekolah di lingkungan SMPN 1 Wagir.

Pementasan yang dimotori oleh Latifa Salsabila beserta rekan-rekan seperjuangannya ini menunjukkan kematangan dalam berekspresi dan penguasaan panggung yang mumpuni. Sejak tirai dibuka, penonton langsung disuguhi oleh sebuah simfoni kreatif yang memadukan berbagai disiplin seni dalam satu napas pertunjukan yang utuh. Di bawah tangan dingin Nabila Adelia selaku produser, tim produksi berhasil menyajikan sebuah tontonan yang spektakuler dan profesional. Keberhasilan pementasan teater SMPN 1 Wagir kali ini juga berkat kolaborasi lintas disiplin yang apik, di mana Spanewa Voice (Paduan Suara) memberikan sentuhan vokal yang megah, sementara C Majore (Ekstrakurikuler Musik) mengiringi jalannya cerita dengan aransemen melodi yang sangat pas dalam membangun suasana. Sinergi antara akting, musik, dan vokal ini menciptakan sebuah ambience yang magis, membawa setiap orang yang hadir masuk ke dalam labirin imajinasi yang diciptakan oleh Rendra.

Naskah “Los Bagados De Los Pencos” sendiri dipilih karena memiliki kedalaman makna yang mampu menantang nalar dan rasa para pemerannya. Karya ini merupakan sebuah satir tajam yang dibungkus dengan nuansa absurditas, menceritakan tentang perilaku manusia yang sering kali terjebak dalam pusaran ambisi, keserakahan, dan kepalsuan identitas. Lewat gerak tubuh yang ekspresif dan dialog yang penuh metafora, para aktor muda Monday Theater Company berhasil membedah kerumitan naskah tersebut menjadi sebuah sajian yang sangat komunikatif. Penonton tidak hanya diajak untuk tertawa melihat tingkah konyol para tokoh di atas panggung, tetapi juga didorong untuk melakukan kontemplasi atau perenungan mendalam mengenai nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari. Kemampuan para siswa SMP dalam membawakan karya sastra kelas berat seperti ini menunjukkan bahwa kapasitas intelektual dan kreativitas mereka telah berkembang pesat melampaui usianya.
Di balik kemilau sorot lampu panggung, terdapat kerja keras kolektif yang dilakukan oleh tim produksi di bawah arahan Nabila Adelia. Mereka mampu membuktikan bahwa manajemen pementasan yang baik adalah kunci dari kesuksesan sebuah karya seni. Mulai dari tata cahaya yang dramatis hingga penataan dekorasi panggung yang artistik, semuanya dikonsep sedemikian rupa untuk membuka pandangan baru bagi para siswa yang hadir menonton. Teater kini tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang membosankan atau kuno, melainkan sebuah media ekspresi yang multidimensional, modern, dan sangat relevan dengan dinamika kehidupan masa kini. Dampak edukatif dari kegiatan ini sangat terasa, di mana para penonton diajak untuk belajar memahami karakter manusia, mengasah empati, dan menghargai proses kreatif yang panjang.
Keberhasilan pementasan teater SMPN 1 Wagir ini menjadi tonggak sejarah baru bagi eksistensi seniman-seniman muda di Bumi Spanewa. Riuh rendah tepuk tangan yang membahana di akhir acara adalah jawaban tuntas atas dedikasi dan latihan intensif yang telah mereka jalani selama berbulan-bulan. Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada seluruh tim yang terlibat karena telah berani menyuguhkan karya berkualitas di tengah gempuran tren budaya populer yang instan. Monday Theater Company telah berhasil membuktikan bahwa sekolah dapat menjadi rahim yang subur bagi lahirnya para pemikir kreatif dan individu yang peka terhadap seni dan budaya.

Harapan besar kini tersampir pada pundak seluruh pegiat seni di SMPN 1 Wagir untuk tidak pernah berhenti berkarya dan bereksperimen. Semoga semangat yang telah dikobarkan oleh Latifa Salsabila, Nabila Adelia, dan seluruh tim Monday Theater Company menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk berani mengeksplorasi potensi diri melalui jalur seni. Pementasan ini menjadi bukti nyata bahwa ketika kolaborasi yang tulus berpadu dengan ketekunan, maka akan tercipta sebuah mahakarya yang mampu mencerahkan jiwa. Kita semua menantikan kejutan-kejutan artistik berikutnya dari panggung Graha Spanewa, tempat di mana kecerdasan intelektual bersanding harmonis dengan kehalusan rasa dan kekayaan karsa para generasi penerus bangsa. Melalui teater, SMPN 1 Wagir terus berkomitmen untuk membentuk karakter siswa yang unggul, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan kepercayaan diri yang tinggi.

