Wagir, 13 Oktober 2025 — Suasana pagi di SMP Negeri 1 Wagir (SPANEWA) tampak berbeda dari biasanya. Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga guru, bersemangat mengikuti kegiatan World Clean Up Day (WCD) 2025 yang digelar serentak sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. Kegiatan yang diprakarsai oleh Tim Adiwiyata SPANEWA ini menjadi wujud nyata kepedulian sekolah terhadap kebersihan lingkungan serta upaya membentuk generasi muda yang berbudaya peduli terhadap bumi.
Kegiatan dimulai dengan apel singkat di lapangan sekolah yang dipimpin oleh perwakilan Tim Adiwiyata. Setelah pengarahan, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk membersihkan area yang telah ditentukan, mulai dari taman sekolah, area kelas, selasar, hingga halaman depan. Dengan membawa alat kebersihan masing-masing, mereka tampak antusias mengumpulkan sampah sambil belajar memilah antara sampah organik dan non-organik. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terasa begitu kental. Para guru dan petugas kebersihan turut mendampingi proses pemilahan dan penimbangan sampah di akhir kegiatan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dalam satu hari, SPANEWA berhasil mengumpulkan dan menimbang total sekitar 8,2 kilogram sampah daun dan 1,4 kilogram sampah non-organik seperti plastik dan kertas bekas. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar sampah di lingkungan sekolah masih didominasi oleh sampah organik yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos. Data sederhana ini menjadi refleksi penting bagi sekolah untuk terus menguatkan budaya memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

Lebih dari sekadar kegiatan kebersihan, World Clean Up Day di SPANEWA juga menjadi momentum pembelajaran bermakna bagi seluruh warga sekolah. Siswa tidak hanya belajar menjaga lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan besar untuk bumi berawal dari tindakan kecil yang dilakukan bersama. Program ini sekaligus mempertegas komitmen SMPN 1 Wagir sebagai sekolah Adiwiyata yang terus mengintegrasikan nilai-nilai peduli lingkungan ke dalam budaya sekolah sehari-hari.
Di akhir kegiatan, para siswa tampak puas melihat lingkungan sekolah yang kembali bersih dan asri. Mereka menyadari bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk cinta terhadap tempat belajar dan alam sekitar. Bagi SMPN 1 Wagir, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat World Clean Up Day bukan hanya slogan tahunan, melainkan bagian dari karakter unggul warga SPANEWA—disiplin, peduli, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.
