Wagir, 12 Agustus 2025 — Dua siswi berbakat dari SMP Negeri 1 Wagir, Sekar Ajeng Puspitasari dan Virdia Auliani, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2025, mereka berhasil meraih Juara 3 cabang Pantomim, mengharumkan nama Kabupaten Malang dan membuktikan bahwa potensi seni anak desa dapat bersaing di level provinsi.
Perjalanan Sekar dan Virdia menuju panggung provinsi bukanlah hal yang mudah. Setelah sebelumnya menjuarai FLS3N tingkat Kabupaten Malang pada bulan Juli lalu, keduanya terus mempersiapkan diri dengan latihan intensif dan pembinaan yang matang. Mereka merupakan bagian dari tim pantomim binaan Punto Sasongko, yang sejak tahun sebelumnya telah sukses melahirkan talenta-talenta muda berbakat dalam seni ekspresi tanpa kata. Dalam kompetisi tingkat provinsi ini, mereka tampil mewakili Kabupaten Malang dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur.
Rangkaian lomba yang digelar di tingkat provinsi tersebut mempertemukan para finalis terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Di atas panggung, Ajeng dan Virdia (sapaan akrab mereka) menampilkan pertunjukan pantomim bertema persahabatan dengan lika-likunya yang penuh semangat dan cita-cita tinggi. Tanpa sepatah kata pun, mereka berhasil mengisahkan perjuangan dan nilai kebaikan dan kemanusiaan melalui gerak tubuh yang ekspresif, diiringi musik pizzicato lembut yang memperkuat suasana emosional. Penampilan mereka memukau para juri sehingga keluar sebagai juara ketiga mengalahkan 37 kota dan kabupaten lainnya
Di balik keberhasilan ini, terdapat peran besar tim pembina pantomim SMPN 1 Wagir yang terdiri dari Dwijanie Susantie, Kuspiarini, Karina Pebrianti, Dwi Handoko dan Yusuf Fraandiansyah. Dengan dedikasi dan bimbingan yang konsisten, mereka membantu siswa-siswi binaannya menemukan kekuatan ekspresi, mengolah ide menjadi karya seni, dan tampil percaya diri di panggung besar. Dukungan penuh dari seluruh warga sekolah dan guru juga menjadi dorongan moral yang penting bagi Ajeng dan Virdia untuk memberikan penampilan terbaik mereka di ajang bergengsi tersebut.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa bakat seni tidak mengenal batas. Dari sebuah sekolah di kecamatan Wagir, dua anak muda mampu menggaungkan nama Kabupaten Malang hingga tingkat provinsi melalui pantomim — seni yang mengajarkan kesabaran, ketekunan, dan penghayatan mendalam terhadap kehidupan. Semangat mereka menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang, latihan yang tekun, dan keberanian untuk tampil.
Hasil yang diraih ini juga menegaskan posisi SMPN 1 Wagir sebagai salah satu sekolah yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga konsisten mengembangkan potensi non-akademik siswa. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah ini terus menunjukkan kiprah positif di berbagai ajang seni dan olahraga, menjadi simbol pendidikan yang seimbang antara pengetahuan, karakter, dan kreativitas.
Prestasi Ajeng dan Virdia di ajang FLS3N 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi capaian berharga yang memperkuat semangat seluruh warga sekolah untuk terus berkarya dan berprestasi. Melalui kerja sama, dedikasi, dan cinta terhadap seni, SMPN 1 Wagir telah membuktikan bahwa sekolah di daerah pun mampu bersaing dengan penuh percaya diri di kancah provinsi.
