Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) 2025 tingkat Kabupaten Malang menjadi ajang pembuktian bagi bakat-bakat terbaik dari SMPN 1 Wagir. Tahun ini, tim dari SMPN 1 Wagir menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih kemenangan pada dua cabang lomba, yaitu pantomim dan vokal solo. Salah satu nama yang bersinar terang adalah Devi Aisyah Nurjanah, siswi asal Desa Pandanlandung, yang sukses merebut Juara Harapan 3 cabang lomba vokal solo di antara lebih dari 70 peserta dari seluruh SMP dan MTs se-Kabupaten Malang.

Devi tampil memukau saat membawakan lagu “Sampai Menutup Mata – Acha Septriasa”, mempersembahkan nuansa suara yang khas dan penuh penghayatan. Performa emosional yang ditampilkannya berhasil mencuri perhatian dewan juri dan menempatkannya di posisi juara harapan tiga. Keberhasilan ini terasa semakin manis setelah sebelumnya pada FLS2N 2024, Devi belum berhasil meraih prestasi. Namun semangatnya tak pernah padam. Dengan latihan intens dan tekad yang kuat, Devi berhasil bangkit dan membuktikan bahwa kegigihan tidak pernah mengkhianati hasil. Putri dari pasangan Bapak Nur Sholeh dan Ibu Dewi Anjani ini memang telah menunjukkan bakat menyanyi sejak dini. Perjalanan prestasinya didukung penuh oleh bimbingan dari Ibu Karina Pebrianti, guru praktisi vokal yang mendampingi Devi dalam mengasah teknik suara dan membangun kepercayaan diri di atas panggung. Tak hanya itu, Devi juga mendapat dukungan dari seluruh tim FLS2N SMPN 1 Wagir yang turut serta di cabang lomba lainnya.Dalam ajang yang sama, Naila Nafizah—siswi kelas VII yang juga memiliki bakat multitalenta—turut hadir menemani Devi, keikutsertaan Naila menjadi sinyal kuat bahwa estafet seni tarik suara SMPN 1 Wagir terus berlanjut. Harapan besar disematkan kepada para junior untuk meneruskan semangat berkesenian yang kini telah mulai ditancapkan oleh Devi.
Tak hanya di cabang vokal dan pantomim, SMPN 1 Wagir juga aktif mengirimkan peserta di cabang tari tradisional, mendongeng, dan menulis cerita pendek. Seluruh peserta telah menunjukkan semangat tinggi dalam berkarya dan mengembangkan potensi seni mereka. Di balik keberhasilan ini, peran para pembimbing seperti Ibu Dwijanie Susantie, S.Pd dan Ibu Kuspiarini, S.Pd tak bisa dilepaskan. Keduanya konsisten membina, memotivasi, dan menyiapkan siswa dengan penuh dedikasi dalam setiap proses latihan hingga tampil di panggung kompetisi.
Ucapan bangga dan bahagia pun mengalir dari seluruh warga SMPN 1 Wagir. Keberhasilan Devi bukan hanya milik pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar sekolah. Ini menjadi pijakan awal dari perjalanan panjang Devi di dunia seni vokal. Ia diharapkan terus belajar, menjaga kerendahan hati, dan kelak mampu menyebarkan ilmunya kepada adik-adik kelasnya.
Sedangkan untuk seluruh peserta FLS2N SMPN 1 Wagir lainnya, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi proses dan semangat berkarya jauh lebih bermakna. Tetaplah menari, menulis, mendongeng, dan bernyanyi dengan semangat yang sama. Karena setiap suara, langkah, dan ide adalah bagian dari cahaya seni yang akan terus hidup di lingkungan SMPN 1 Wagir.
