Rabu, 5 Juni 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, SMPN 1 Wagir menunjukkan komitmennya dalam menciptakan budaya peduli lingkungan melalui gerakan nyata bertajuk “Diet Plastik”. Gerakan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat implementasi program Adiwiyata, serta menanamkan kesadaran lingkungan secara konsisten di kalangan warga sekolah. Peringatan ini menjadi momen penting bagi SMPN 1 Wagir untuk mendorong pembiasaan baru di lingkungan sekolah, yaitu dengan membawa wadah makan dan botol minum pribadi yang dapat digunakan berulang kali. Kebiasaan ini diterapkan secara menyeluruh, melibatkan seluruh unsur sekolah mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pencemaran lingkungan.
Tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, yaitu “End of Plastik” atau “Hentikan Polusi Plastik”, selaras dengan gerakan yang diinisiasi oleh sekolah. Kepala SMPN 1 Wagir menegaskan bahwa pembiasaan membawa wadah pribadi bukan hanya simbolis, tetapi menjadi langkah konkret menuju perubahan pola pikir dan perilaku warga sekolah terhadap konsumsi plastik. Kegiatan peringatan ini tidak hanya berupa seremonial, tetapi juga dibarengi dengan aksi kolektif. Seluruh siswa dan guru tampak membawa bekal makan dan minum dalam wadah non sekali pakai. Bahkan, kantin sekolah juga berkomitmen untuk tidak menyediakan makanan dalam kemasan plastik sekali pakai pada hari itu. Sebagai bentuk edukasi, guru-guru juga menyelipkan pembiasaan di kelas baik ketika pembelajaran maupun agenda lain mengenai bahaya plastik bagi lingkungan dan pentingnya kontribusi individu dalam upaya pengurangan limbah plastik.

Antusiasme warga sekolah terhadap gerakan ini terlihat dari tingginya partisipasi dan dukungan yang diberikan. Banyak siswa yang membawa masakan orang tua mereka dari rumah, sementara para guru memberikan contoh nyata dengan membawa tempat makan ramah lingkungan ke sekolah. Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia saja, tetapi menjadi kebiasaan harian yang tertanam kuat dalam kultur sekolah.
SMPN 1 Wagir, sebagai salah satu sekolah Adiwiyata yang aktif di Kabupaten Malang, terus berupaya membangun karakter peduli lingkungan di kalangan generasi muda. Melalui langkah sederhana seperti diet plastik dan penggunaan wadah pribadi, sekolah ini menunjukkan bahwa aksi nyata dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari ruang kelas dan kebiasaan sehari-hari. Dengan dukungan semua pihak, gerakan ini diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi sekolah-sekolah lain di wilayah sekitar.
