Keterangan: Potret seusai pementasan Ayahku Pulang karya Usmar Ismail oleh Monday Theater Company

Kelompok ekstrakurikuler teater SMP Negeri 1 Wagir yang baru terbentuk, Monday Theater Company, sukses melangsungkan pementasan perdananya pada Jumat, 21 Maret 2025. Mereka membawakan lakon klasik bertajuk Ayahku Pulang, karya legendaris Usmar Ismail, yang digelar tepat menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H. Pementasan ini menjadi momen reflektif yang menyentuh, sekaligus menjadi persembahan seni dari siswa untuk siswa.

Drama Ayahku Pulang berkisah tentang seorang ayah bernama Raden Saleh yang kembali pulang setelah bertahun-tahun meninggalkan keluarganya demi mencari penghidupan yang lebih baik. Kepulangannya yang tiba-tiba tak langsung disambut hangat, melainkan penuh kebimbangan dan ketegangan, terutama oleh sang anak. Naskah ini menggugah kesadaran tentang arti kehadiran, pengorbanan, dan keluarga yang kerap diuji waktu dan keadaan.

Para pemain muda tampil memukau dengan penghayatan mendalam. Furqon Wibisono memerankan Raden Saleh dengan ketenangan dan wibawa. Latifa Salsabila sebagai Bu Tinah tampil menggetarkan dengan ekspresi emosional yang kuat. Virdia Auliani memerankan Narti (modifikasi dari tokoh asli Gunarto) dengan kekuatan emosi anak yang terombang-ambing antara rindu dan kecewa. Sekar Ajeng Puspitasari sebagai Maimun dan Mahesa Putri sebagai Mintarsih juga memberi nuansa tersendiri yang memperkuat dinamika cerita.

Pentas ini juga diawali dengan pertunjukan pantomim yang tak kalah menarik, dibawakan oleh Nabila Adelia (satu-satunya pemain dari kelas 7) dan Aidatul Masyururoh. Aksi mereka menjadi pembuka yang segar dan berhasil mencuri perhatian penonton sebelum memasuki suasana emosional dalam lakon utama.

Dengan penonton terbatas—sekitar 30 siswa dan beberapa guru yang telah mendaftar—pertunjukan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini berlangsung hangat di Ruang Lab. Agama SMPN 1 Wagir. Beberapa penonton bahkan tampak menitikkan air mata haru di akhir pementasan.

Pementasan ini tak lepas dari kerja keras tim di balik layar. Sekitar 10 sukarelawan turut membantu dalam teknis dan persiapan acara. Di bawah arahan Punto Sasongko sebagai sutradara, seluruh tim berhasil menyuguhkan pementasan yang sederhana namun penuh makna.

Sebelum ditutup, penonton diminta menuliskan kesan dan pesan mereka secara anonim di atas kertas origami, lalu melemparkannya ke panggung. Respons yang terkumpul hampir seluruhnya bernada positif dan menyemangati, seperti:
“Latifa pas nangis keren kali, ikut nangis aku, wkwk,”
“KEREN!”
“Berasa nonton TV, keren!”
“10/10 keren banget :)”
“Seru, sedih, dan menyenangkan.”
“Dramanya keren banget! semua pemain mendalami peran. Semangat!”

Antusiasme dan apresiasi penonton ini menjadi suntikan semangat bagi Monday Theater Company untuk terus berkarya. Mereka berjanji akan menggelar pementasan-pementasan berikutnya yang tak kalah menarik dan layak dinanti.

(Sumber foto: Dwi Handoko, Karina Pebrianti, Natasya Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *