Wagir, 24 November 2025 – Komitmen SMPN 1 Wagir dalam membentuk karakter siswa yang tangguh, bertanggung jawab, sekaligus memiliki empati tinggi kembali diwujudkan melalui sebuah kegiatan sosialisasi komprehensif. Pada hari Senin, 24 November 2025, seluruh siswa memadati Graha Spanewa untuk mengikuti Sosialisasi Tata Tertib Lalu Lintas dan Sekolah Ramah Anak. Kegiatan penting ini merupakan upaya proaktif sekolah untuk memastikan keamanan siswa, baik sebagai pengguna jalan raya maupun sebagai warga dalam komunitas belajar. Acara ini terselenggara berkat kolaborasi erat dengan narasumber kunci dari pemerintah daerah dan kepolisian, serta dipandu oleh guru muda Wayan Agung, S.Pd G.r, yang bertindak sebagai moderator.

Proses sosialisasi berlangsung sangat terstruktur dan menarik, menunjukkan keseriusan sekolah dalam menggarap isu-isu krusial. Sesi pertama difokuskan pada keselamatan publik, di mana perwakilan dari Satlantas Polres Kabupaten Malang memberikan materi mendalam mengenai kedisiplinan dan kepatuhan dalam berlalu lintas. Edukasi ini diberikan bukan sekadar untuk menaati hukum, melainkan untuk menanamkan tanggung jawab pada diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, sebuah bekal penting bagi kematangan siswa di luar lingkungan sekolah. Suasana kemudian beralih ke isu internal yang tak kalah penting. Ibu Nurul Sri Utami, S.Pd., MM. dari Kepala Bidang Sekolah Menengah (Sekmen) Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, memimpin diskusi vital mengenai Sekolah Ramah Anak. Beliau menggarisbawahi bahwa menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan dan kekerasan adalah mandat utama pendidikan modern. Berkat kepiawaian moderator, Wayan Agung, sesi diskusi berlangsung sangat hidup. Siswa-siswi antusias mengajukan pertanyaan kritis, baik tentang prosedur berlalu lintas yang benar maupun mekanisme pencegahan bullying, menunjukkan bahwa topik ini sangat relevan dan dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi ini menghasilkan dampak positif berupa peningkatan kesadaran kolektif yang signifikan. Dengan pemahaman yang utuh mengenai tata tertib lalu lintas, diharapkan angka kedisiplinan dan keselamatan siswa saat bermobilitas akan meningkat drastis. Sementara itu, penekanan pada budaya Sekolah Ramah Anak menguatkan pondasi mental dan sosial siswa, menegaskan bahwa SMPN 1 Wagir adalah ruang ekspresi yang aman dan suportif bagi setiap individu. Kolaborasi antara sekolah, Polres, dan Dinas Pendidikan ini adalah cerminan dari sinergi multipihak dalam mengawal tumbuh kembang generasi muda. Harapannya, ilmu yang diserap pada hari itu tidak hanya berhenti sebagai informasi, tetapi terinternalisasi menjadi karakter yang kokoh: bertanggung jawab dan disiplin di jalan raya, serta penuh empati dan kasih sayang di lingkungan sekolah. Hal ini mengukuhkan SMPN 1 Wagir sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada kecerdasan kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang utuh dan siap menghadapi tantangan global
