Wagir, 22 Juni 2025 — SMP Negeri 1 Wagir kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2025 tingkat Kabupaten Malang. Tim pantomime sekolah ini berhasil mempertahankan gelar juara yang telah diraih pada FLS2N tahun 2024 lalu, menjadikan mereka juara bertahan dua tahun berturut-turut dalam cabang lomba yang mengedepankan kekuatan ekspresi tanpa kata.
Kemenangan tahun ini diraih oleh dua siswa berbakat, Virdia Auliani dan Sekar Ajeng Puspitasari, yang tampil apik dalam visualisasi adegan-adegan pantomime dengan latar musik pizzicato khas dari pantomim klasik. Virdia Auliani, putri dari Bapak Suparno dan Ibu Sri Windari, berduet solid bersama Sekar Ajeng Puspitasari, putri dari Bapak Sunari dan Ibu Kholipah. Keduanya berasal dari kelas 8A dan juga aktif dalam kepengurusan OSIS, menjadikan kemenangan ini bukan hanya sebagai prestasi seni, tetapi juga cerminan kepemimpinan dan disiplin.

Penampilan mereka di FLS3N 2025 berhasil memukau para juri dengan perolehan nilai 166, unggul 6 poin dari juara kedua. Capaian ini merupakan buah dari proses panjang dan latihan intensif selama hampir tiga bulan, serta persiapan matang yang telah dimulai sejak 6 hingga 8 bulan sebelumnya. Mereka dibina langsung oleh Bapak Punto Sasongko, guru sekaligus pelatih pantomime yang telah mengawal perjalanan tim sejak awal kemenangan pada tahun lalu. Yang membuat kolaborasi mereka semakin menarik adalah latar belakang seni yang berbeda. Virdia memiliki pengalaman di cabang gambar bercerita saat SD, sedangkan Ajeng memiliki dasar kuat di bidang tari. Dengan pendekatan latihan yang menyatukan kekuatan visual dan gerak, keduanya berhasil menerjemahkan berbagai emosi dan narasi dalam panggung pantomime secara memikat. Meski memiliki karakter dan sifat yang bertolak belakang, Papun (sapaan akrab Punto Sasongko) menyusun strategi pembentukan kemistri melalui latihan bersama, tantangan kolaboratif, hingga aktivitas santai seperti makan bersama untuk mencairkan suasana dan menyatukan energi panggung mereka.

Selain mereka aktif di OSIS, Virdia dan Ajeng juga tergabung dalam ekskul “Monday Theater Company” – sebuah klub sandiwara bentukan baru yang lahir dari kemenangan pantomime tahun 2024. Ekskul ini dibentuk untuk menjaring bibit unggul di bidang seni peran dan memberikan ruang berkreasi bagi siswa SMPN 1 Wagir yang ingin mengembangkan bakatnya di panggung ekspresi.
Keberhasilan mereka kali ini tidak hanya mencetak sejarah sebagai tim pertama dari SMPN 1 Wagir yang menjuarai cabang pantomime dua tahun berturut-turut, tetapi juga menjadi perwakilan Kabupaten Malang menuju ajang tingkat provinsi Jawa Timur. Seluruh warga SMPN 1 Wagir menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kerja keras keduanya, serta berharap mereka terus membumi, bersyukur, dan tetap berlatih demi menghadapi tantangan di tingkat yang lebih tinggi.
Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa-siswi lain untuk tidak ragu berkarya. Semangat Virdia dan Ajeng, juga dedikasi pelatih serta dukungan penuh dari keluarga dan tim FLS3N SMPN 1 Wagir, menjadi teladan bahwa keberhasilan bukanlah keberuntungan semata, melainkan hasil nyata dari komitmen dan proses panjang yang dijalani dengan tekun.
