Minggu, 8 Juni 2025 – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali diwujudkan oleh SMPN 1 Wagir melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan penanaman 1000 pohon yang dilaksanakan di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Acara ini merupakan bagian dari program nasional Small Grant Programme RBC 2 & 3 yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BPDLH, serta Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Dengan menggandeng komunitas pemerhati lingkungan Malang Raya, kegiatan ini dirancang sebagai langkah konkret menuju target penyerapan emisi karbon bersih dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kolaborasi, di tengah hamparan alam yang kini kembali hijau oleh anakan pohon baru. Kehadiran para peserta dari berbagai kalangan menegaskan bahwa restorasi lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, SMPN 1 Wagir hadir melalui perwakilannya, yaitu Endah Asnawati, S.Pd., selaku Ketua Adiwiyata, serta Ari Efendi, S.Kom. sebagai Sekretaris 2 Adiwiyata, yang turut serta menanam pohon bersama para komunitas. Keterlibatan mereka menjadi simbol nyata bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan tanam pohon ini selaras dengan visi SMPN 1 Wagir dalam membangun kurikulum pendidikan yang berwawasan lingkungan, di mana nilai-nilai konservasi dan cinta alam ditanamkan dalam keseharian peserta didik dan tenaga pendidik. Melalui program Adiwiyata, sekolah terus berupaya mengembangkan budaya ramah lingkungan, termasuk lewat aksi nyata seperti penghijauan dan konservasi lahan. Dengan bergabung dalam gerakan besar ini, SMPN 1 Wagir membuktikan konsistensinya dalam mendukung program nasional yang lebih luas, termasuk FOLU Net Sink 2030.Program FOLU Net Sink 2030 sendiri adalah inisiatif nasional untuk menekan emisi gas rumah kaca dengan menjadikan sektor kehutanan sebagai penyerap karbon bersih paling lambat tahun 2030. Melalui kegiatan seperti penanaman pohon, rehabilitasi hutan, dan restorasi lahan kritis, program ini bertujuan menciptakan keseimbangan antara emisi yang dilepaskan dan yang diserap oleh alam. Melalui keterlibatan aktif di kegiatan penghijauan ini, SMPN 1 Wagir membuktikan bahwa sinergi antara sekolah, pemerintah, dan komunitas mampu mendorong perubahan positif bagi lingkungan.
Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai Adiwiyata yang konsisten dengan semangat menciptakan sekolah yang sehat, bersih, dan berbudaya lingkungan. Upaya seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengambil peran dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Dengan menjaga keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata, SMPN 1 Wagir telah melangkah lebih jauh dalam menjalankan misi pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menanamkan kepedulian ekologis dalam setiap insan pendidik dan peserta didik. Dari Pandanlandung, langkah kecil menuju masa depan hijau telah dimulai, sejalan dengan harapan besar akan bumi yang lebih lestari melalui FOLU Net Sink 2030.
