Rabu, 28 Mei 2025 – SMPN 1 Wagir menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) sebagai bagian dari program penguatan sekolah Adiwiyata menuju jenjang Adiwiyata Mandiri. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang dan turut mengundang sekolah-sekolah imbas dari berbagai jenjang pendidikan. Sekolah-sekolah yang hadir antara lain berasal dari beberapa SD di Wagir, SMPN 1 Ngajum, SMPN 2 Wagir, SMP Sunan Giri, serta sejumlah sekolah lainnya yang tergabung dalam jaringan sekolah binaan lingkungan. BIMTEK ini menjadi wadah penting untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas sekolah dalam menjalankan program-program berbasis lingkungan.

Foto jajaran kepala sekolah berimbas dengan Dinas Lingkugan Hidup Kabupaten Malang

Para guru, kepala sekolah, dan perwakilan dari DLH Kabupaten Malang terlibat secara aktif dalam sesi diskusi dan pembekalan materi. Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan, yang ditandai dengan semangat berbagi praktik baik antar sekolah serta keinginan kuat untuk menciptakan tata kelola lingkungan sekolah yang lebih sistematis dan berdampak.Dengan mengusung tema “Sekolah Adiwiyata Menuju Adiwiyata Mandiri dan Pengimbasan pada Sekolah Binaan”, kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antarsekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan. Dalam sesi utama, perwakilan DLH memberikan pengarahan teknis terkait pelaksanaan program Adiwiyata, mulai dari pembentukan kebijakan sekolah, penyusunan program kerja lingkungan, hingga penataan fasilitas hijau. Tak hanya itu, peserta juga diajak untuk memahami bagaimana pelaksanaan indikator Adiwiyata bisa diterjemahkan ke dalam kegiatan nyata di lapangan secara bertahap dan terukur.

Demonstrasi sabun jelantah oleh Pokja Kewirausahaan Adiwiyata Spanewa

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah kunjungan lapangan ke sejumlah Kelompok Kerja (Pokja) di SMPN 1 Wagir. Para peserta mengunjungi Pokja Kewirausahaan, Biopori, Green House, hingga Tempat Pengolahan Kompos. Di setiap titik kunjungan, siswa dan guru pendamping menjelaskan proses kerja masing-masing pokja secara langsung. Di Pokja Kewirausahaan, peserta melihat bagaimana siswa mengelola produk olahan hasil pertanian sekolah yang dijual untuk mendukung program lingkungan. Sementara itu, Pokja Kompos menunjukkan proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk yang digunakan untuk kebun sekolah. Kegiatan kunjungan ini memberikan inspirasi dan referensi konkret kepada sekolah imbas untuk mengembangkan kegiatan serupa di lingkungan masing-masing. Kegiatan BIMTEK ini menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dapat mempercepat tercapainya tujuan bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti ini, SMPN 1 Wagir tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga menjadi pusat pengimbasan nilai-nilai Adiwiyata ke sekolah-sekolah mitra. Harapannya, kunjungan ke berbagai pokja dapat menjadi contoh praktik baik yang mudah direplikasi dan dikembangkan sesuai dengan potensi sekolah masing-masing.Dengan pendampingan dari DLH Kabupaten Malang dan semangat kolaborasi antar sekolah, SMPN 1 Wagir terus membuktikan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Langkah-langkah konkret yang ditunjukkan melalui BIMTEK dan penguatan pokja ini merupakan wujud nyata dari perjalanan menuju sekolah Adiwiyata Mandiri yang mandiri, berdampak, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *